Amerika Serikat (AS) pada Selasa meminta semua pihak yang hendak mengirim barang ke Jalur Gaza agar “melakukannya dengan penuh tanggung jawab” dan lewat saluran resmi.
Seruan ini disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri AS Philip Crowley di tengah manuver kapal-kapal perang Zionis Israel yang sibuk membayangi kapal misi kemanusiaan Libya.
“Kami mengimbau Pemerintah Libya menghindari konfrontasi tak perlu apapun,” katanya.
Dalam mengirimkan bantuan untuk rakyat Palestina di Jalur Gaza itu, semua pihak yang terlibat diminta melakukannya secara bertanggung jawab, katanya.
Hari Selasa, beberapa kapal perang negara teroris Israel menempel kapal misi kemanusiaan Libya untuk Gaza.
“Kami mengimbau mereka yang ingin menyampaikan barang (ke Gaza) agar melakukannya lewat saluran-saluran resmi dan kargo itu terlebih dahulu dicek Pemerintah Israel dan kemudian dikirim ke Gaza lewat jalur darat,” kata Crowley.
Kapal bantuan kemanusiaan untuk Gaza yang dipimpin seorang putra Pemimpin Libya Moamar Kadhafi telah bertolak dari Yunani ke Pelabuhan El-Arish Mesir akhir pekan lalu.
Organisasi Amal Intenasional Kadhafi yang berbasis di Tripoli dan Asosiasi Pembangunan (DA) menyebutkan, kapal berbendera Moldova itu mengangkut bahan makanan dan obat-obatan.
Kapal tersebut, kata kedua organisasi ini, diisi 2.000 ton bantuan kemanusiaan berupa bahan makanan dan obat-obatan untuk rakyat Palestina di Jalur Gaza.
Upaya pengiriman bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina yang miskin dan merana akibat blokade darat dan laut Israel terhadap Jalur Gaza yang dikuasai Hamas sejak Juni 2006 ini didukung organisasi amal yang dipimpin putra kedua Kadhafi, Seif al-Islam Kadhafi.
Kapal sepanjang 92 meter itu diawaki 12 orang dengan penumpang sembilan orang. Mereka terdiri dari enam warga Libya, serta masing-masing seorang warga Maroko, Nigeria, dan Aljazair.
Pelayaran kapal dengan misi kemanusiaan untuk Gaza ini merupakan upaya terbaru setelah pasukan elit Israel menyerang kapal misi asal Turki, “Mavi Marmara”, Mei lalu.
Dalam insiden penyerangan brutal itu, sembilan orang aktivis kemanusiaan yang berada di atas kapal tersebut tewas dan sejumlah aktivis lainnya, termasuk warga Indonesia, luka tembak.
Insiden berdarah di perairan internasional akhir Mei lalu itu sempat memicu aksi demonstrasi di berbagai pelosok dunia.
Di seluruh Eropa, ribuan orang menggelar aksi unjuk rasa untuk memprotes serangan brutal pasukan Israel terhadap konvoi enam kapal misi ke Gaza itu.
Aksi protes dan demonstrasi tersebut tak berhasil menekan Israel agar membuka blokade lautnya karena pasukan negara teroris Zionis ini kembali menahan Kapal MV Rachel Corrie yang berlayar belakangan dengan misi yang sama. (afp/*)
AS Minta Bantuan Untuk Gaza Liwat Saluran Resmi
Diterbitkan pada 14 Juli 2010 oleh B- Watch

