• Home
  • Aktivitas
    • Aksi&Demo
    • Kegiatan Kepala Negara
  • Ekonomi
    • Agribisnis
    • APBN
    • BUMN
    • Ketenagakerjaan
    • Koperasi&UKM
    • Lingkungan Hidup
    • Transportasi
  • HANKAMNAS
    • Bela Negara
    • Komentar&Wacana
    • Terorisme
  • Hukum&Politik
    • HAM
    • Luar Negeri
    • UU&Konstitusi
  • Opini
  • Senggang
    • Novel
  • Tentang Kami
  • Tokoh
  • Tragedi
    • Aksi Kemanusiaan
    • Bencana Alam
    • Fenomena
  • Video
  • Warta Top
Luar Negeri

AS Kutuk Yahudi Israel

Diterbitkan pada 10 Maret 2010 oleh B- Watch

Amerika Serikat, Selasa, mengutuk usul Yahudi Israel untuk membangun 1.600 rumah baru di permukiman Yahudi di Jerusalem Timur, dan mendesak Israel serta Palestina agar membangun suasana yang mendukung pembicaraan perdamaian.

“Saya mengutuk keputusan oleh pemerintah Israel untuk mengajukan rencana pembangunan rumah baru di Jerusalem Timur,” kata Wakil Presiden AS Joe Biden dalam satu pernyataan.

Ditambahkannya, “Pengumuman ini menggarisbawahi perlunya untuk mengadakan perundingan yang dapat menyelesaikan semua masalah dalam konflik tersebut.”

Kementerian Dalam Negeri Israel, Selasa, menyatakan telah menyetujui pembangunan 1.600 rumah baru di permukiman Yahudi di wilayah sengketa Jerusalem. Permukiman itu berada di bagian kota suci yang diklaim Palestina sebagai ibu kota negara masa depan mereka dan dirujuk oleh masyarakat internasional sebagai Jerusalem Timur.

Pengumuman tersebut dikeluarkan ketika Biden baru saja mengadakan pembicaraa hangat dengan Presiden Israel Shimon Peres dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengenai dilanjutkannya pembicaraan perdamaian dengan Palestina, yang berhenti pada Desember 2008, ketika Israel melancarkan serbuan besar militer terhadap Gerakan Perlawanan Islam (HAMAS) di Jalur Gaza.

“Keadaan dan waktu pengumuman tersebut, terutama sehubungan dengan peluncuran pembicaraan yang sudah dekat, jelas merupakan tindakan yang merusak kepercayaan yang kita perlukan saat ini dan bertolak-belakang dengan pembahasan konstruktif yang telah saya lakukan di Israel ini,” kata Biden.

“Kita harus membangun suasana yang mendukung perundingan, bukan membuat rumit keadaan,” katanya.

Beberapa jam sebelum Biden tiba di Israel, Senin, Kementerian Pertahanan Israel mengkonfirmasi bahwa kementerian itu telah memberi izin bagi pembangunan 112 rumah baru di satu permukiman di Tepi Barat Sungai Jordan, dan mengatakan proyek tersebut, yang sudah disetujui oleh pemerintah sebelumnya, tak bertentangan dengan janji oleh pemerintah Netanyahu mengenai pembekuan pembangunan permukiman selama 10 bulan.

Kedua proyek diumumkan saat utusan khusus AS George Mitchell juga berada di wilayah itu untuk melancarkan upaya mewujudkan perdamaian. Utusan tersebut, Senin, secara resmi mengumumkan dimulainya pembicaraan tak langsung Palestina-Israel setelah macet selama 15 bulan dan menyeru kedua pihak “agar menahan diri dari tindakan yang mungkin meningkatkan ketegangan”.

Sedikitnya 450.000 orang Israel tinggal di sebanyak 100 permukiman di Tepi Barat dan Jerusalem Timur.

Wilayah Yahudi di Jerusalem Timur, yang direbut oleh Israel pada 1967 dan kemudian dicaploknya, dipandang oleh masyarakat internasional sebagai permukiman Israel dan salah satu penghalang utama proses perdamaian Palestina-Israel.

Status Jerusalem tetap menjadi salah satu masalah inti dalam konflik Palestina-Israel. Pencaplokan Jerusalem Timur oleh Israel tak pernah diakui oleh masyarakat internasional, dan Palestina ingin Jerusalem Timur jadi ibukota negara masa depan Palestina.

“Amerika Serikat mengakui bahwa Jerusalem adalah masalah yang sangat penting bagi Israel dan Palestina dan bagi umat Yahudi, Muslim dan Kristiani … Tindakan sepihak yang dilakukan oleh pihak mana pun tak dapat memutuskan lebih dulu hasil perundingan tentang masalah status permanen,” kata Biden.

Israel Selasa menyetujui pembangunan 1.600 rumah pemukim baru di Jerusalem timur, dan mengumumkan langkah itu ketika Wakil Presiden AS Joe Biden menemui para pejabat penting Israel untuk mendorong upaya perdamaian baru.

Tindakan kontroversial itu tentu akan membuat marah Palestina yang menganggap permukiman sebagai rintangan besar dalam upaya untuk mencapai perjanjian perdamaian, dan yang menginginkan Jerusalem timur yang diduduki Israel sebagai ibukota negara mereka yang dijanjikan.

Biden juga menjanjikan “komitmen mutlak, total dan sebenar-benarnya bagi keamanan Israel”.

“Kemajuan terjadi di Timur Tengah ketika setiap orang tahu dengan sederhana tidak ada ruang antara AS dan Israel. Tidak ada ruang antara AS dan Israel ketika itu mengenai keamanan Israel,” katanya setelah pembicaraan dengan PM Benjamin Netanyahu di Jerusalem.

Biden juga menekankan keputusan Washington untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir, dan minta agar Teheran berhenti mendukung “kelompok teroris” yang ia katakan mengancam Israel dan kepentingan AS.

Biden, pejabat berpangkat paling tinggi AS yang mengunjungi Israel dan Tepi Barat sejak Presiden Barack Obama berkuasa satu tahun lalu, memuji keputusan untuk mengadakan pembicaraan baru Timur Tengah, meskipuna ada keraguan yang mendalam mengenai prospeknya.

“Saya sangat senang bahwa anda dan pemimpin Palestina sepakat untuk melancarkan kembali pembicaraan tidak langsung, dan hal itu harus menuju pada akhirnya ke pembicaraan dan diskusi langsung antara kedua belah pihak,” ia mengatakan pada Netanyahu.

“Prsiden Obama dan saya percaya sekali bahwa jaminan jangka-panjang bagi keamanan Israel adalah perdamaian Timur Tengah yang komprehensif dengan Palestina, dengan Suriah, dengan Libanon dan pada akhirnya menghasilkan hubungan penuh dan normal dengan seluruh dunia Arab,” tegas Biden.

Namun pengumuman 1.600 rumah baru di permukiman Ramat Shlomo itu pasti akan memancing kecaman keras dari Palestina, yang mengatakan mereka tidak akan berhubungan secara langsung dengan Israel hingga ada pembekuan total aktivitas permukiman.

Israel Senin memberi izin pembangunan 112 rumah baru di sebuah permukiman di Tepi Barat. November lalu Israel mengumumkan moratorium dalam pembangunan permukiman, yang tidak mencakup Jerusalem timur.

Biden juga mengadakan pembicaraan dengan Presiden Shimon Peres, yang memperingatkan terhadap harapan yang gegabah. “Bahkan di Holywood happy ending adalah pada akhir (film),” kata Peres pada awal pertemuan.

Biden Rabu menuju ke kota Ramallah di Tepi Barat untuk mengadakan pembicaraan dengan presiden Palestina Mahmud Abbas dan perdana menteri Salam Fayyad, dan ia juga merencanakan untuk menemui bekas PM Inggris Tony Blair, utusan khusus kuartet Timur Tengah yang mencakup AS, Uni Eropa, Rusia dan PBB.

Washington telah mendesak selama berbulan-bulan agar kedua belah pihak memulai lagi pembicaraan, tapi pembicaraan langsung ditangguhkan sejak Israel melancarkan serangan 22 hari yang menghancurkan terhadap Jalur Gaza Desember 2008.

Utusan AS George Mitchell juga telah berada di kawasan itu untuk meratakan jalan bagi pembicaraan langsung, dan merencanakan untuk kembali pekan depan. Biden akan melakukan perjalanan ke Jordania Kamis untuk pembicaraan dengan Raja Abdullah II. (Xinhua-OANA/Reuters/*)

Bookmark and Share

Comments are closed.

  • Terpopuler
  • Terkini
  • Komentar
  • Tags
  • Turunkan SBY, Bentuk Dewan Revolusi Rakyat dan Kembali ke UUD 1945 asli
    2011-12-20 13:53:16 - 2 comments
  • Kata Jeffrey: Rakyat Sudah Muak Dengan SBY
    2011-08-10 10:29:01 - 1 comments
  • Diluncurkan Kisah-kisah Pribadi Pak Harto
    2011-06-08 13:50:17 - 1 comments
  • Diusut Pelanggaran Kode Etik Hakim Dalam Kasus Antasari
    2011-04-15 13:53:12 - 1 comments
  • Partai Yang Paling Dibenci Saat Ini Adalah Partai Demokrat
    2012-02-03 14:33:04 - 1 comments
  • Pembantaian Mesuji Pelecehan Asing Pada Bangsa Indonesia
    2011-12-19 15:04:00 - 1 comments
  • Suruh semua anggota DPR , kehakiman, kejaksaan, dan Kepolisian mundur ...
    Hati menangis: 2012-02-03 20:09:22
  • @ RUHUT , keberhasilan yang mana yang telah dibuat oleh pemerintahan S...
    Andhika: 2012-01-17 07:57:40
  • Ayo kembali ke Pancasila dan UUD 1945 (ASLI) amanat Pendiri Bangsa...
    Tri Indratno: 2011-12-23 06:12:05
  • Benar tuh, utamanya aku, muak, muak, kayaknya yang diurus cuma partai,...
    Kartini Piliang: 2011-08-11 15:58:02
  • maswadi rauf bisanya cuma komentar tok. berarti anda jg krng bagus. jg...
    djoko m: 2011-06-09 07:12:45
  • Segera Jadikan Anas dan Andi Tersangka Baru
    Feb 4, 2012 at 5:45 pm - Tidak ada Komentar
  • Sekmenpora Ngaku Terima Suap Rp10 Miliar
    Feb 4, 2012 at 5:43 pm - Tidak ada Komentar
  • Jangan Libatkan Boediono Buru Aset Bank Century
    Feb 4, 2012 at 5:42 pm - Tidak ada Komentar
  • Harta Angie Naik 10 Kali Lipat
    Feb 4, 2012 at 5:41 pm - Tidak ada Komentar
  • Partai Yang Paling Dibenci Saat Ini Adalah Partai Demokrat
    Feb 3, 2012 at 2:33 pm - 1 Komentar
  • Gunung Putri di Garut Diduga Sebuah Piramida
    Feb 3, 2012 at 10:19 am - Tidak ada Komentar
  • 110 Orang Meninggal Akibat Cuaca Dingin Ekstrem
    Feb 3, 2012 at 10:17 am - Tidak ada Komentar
  • Amandemen Konstitusi Masih Mungkin
    Feb 2, 2012 at 3:53 pm - Tidak ada Komentar
  • Gerbong Anas Urbaningrum Akan Disingkirkan
    Feb 2, 2012 at 10:09 am - Tidak ada Komentar
  • Dana Talangan Rp 6,7 Triliun Untuk Bank Century Memang Rugikan Negara
    Feb 2, 2012 at 10:07 am - Tidak ada Komentar
2010 ????? ABC battle Benghazi protest Benghazi riots blood death for Gaddafi HD Indonesia Junior Libia libya Libya protests Libya unrest Libya violence love Lybia mata middle east Moammar Gadhafi Movie music NATO intervention NATO invasion nature New news Nurhaliza Obama revolt revolution RT Siti song Tripoli Tsunami UK uprising US violence West Yogyakarta
B-Watch © 2012 All Rights Reserved.