
Menurut Presiden SBY, ada pihak-pihak yang mencoba menggoyangnya dari kursi kekuasaannya.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengungkapkan, dalam jangka pendek ada gerakan tertentu yang ingin menggoyang dan menjatuhkan dirinya dari kursi presiden.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Yudhoyono yang juga Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat di hadapan kader Partai Demokrat pada Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) ke-3 Partai Demokrat di Jakarta Convention Center, Minggu.
Yudhoyono mengatakan, penilaian tersebut merupakan hasil perenungan dan olah pikir atas situasi politik yang terjadi akhir-akhir ini.
“Saya di tengah malam berdzikir, berdoa, bersama istri dan keluarga, mencari tahu ada apa dengan semua fitnah dan pembunuhan karakkter seperti ini. Akal sehat saya mengatakan bahwa prilaku politik seperti ini paling tidak untuk jangka pendek ingin mendiskreditkan, ingin menggoyang dan kalau bisa menjatuhkan SBY dan pemerintahan,” katanya.
Dalam perenungannya, Yudhoyono juga menemukan ada pihak tertentu yang dalam jangka menengah dan panjang ingin menghalangi sepak terjang Partai Demokrat pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2014.
Menurut dia, ada pihak tertentu yang ingin menghancurkan reputasi dan nama baik Partai Demokrat di muka rakyat agar pada Pemilu 2014 Partai Demokrat dilupakan dan akhirnya menderita kekalahan total.
“Itulah yang saya dapatkan dari renungan dan olah pikir saya, mengapa ada serangan, fitnah yang begitu kejam melampaui batasnya dan harus terjadi pada partai kita,” ujarnya.
Yudhoyono menilai, tudingan Partai Demokrat menerima aliran dana dari Bank Century pada Pemilu Presiden 2009 sebagai musibah dan cobaan bagi partai yang didirikannya itu dan justru cobaan tersebut datang setelah Partai Demokrat memenangi Pemilu 2009 secara gemilang.
“Ketika partai kita memperingati sewindu berdirinya, musibah dan cobaan ini harus saya katakan seperti halilintar di siang hari ketika cuaca kita terang-benderang,” katanya.
Di hadapan kader Partai Demokrat yang menghadiri Rapimnas ke-3, Yudhoyono kembali membantah berita bahwa dirinya dan Partai Demokrat menerima aliran dana Bank Century.
“Partai Demokrat dan kadernya difitnah menerima aliran dana dari Bank Century dengan jumlah yang sangat besar, yang kita tahu, Allah tahu, yang sejarah tahu, tidak satu rupiah pun jika tidak halal harus menjadi bagian dari pendanaan perjuangan partai,” kata Yudhoyono yang langsung disambut gemuruh tepuk tangan kader Partai Demokrat.
Menurut dia, tudingan seperti itu berlawanan dengan garis moral partai dan justru Partai Demokrat akan menjatuhkan sanksi keras tanpa pandang bulu kepada kadernya yang menerima dana tidak legal.
Yudhoyono dalam pidatonya kemudian mengajukan pertanyaan kepada kader Partai Demokrat apakah mereka rela partainya dijadikan objek fitnah dan pembunuhan karakter.
“Pertanyannya sekarang sebagai kader Partai Demokrat relakah kita? Akankah dibiarkan kehormatan kita diinjak, akankah kita biarkan masa depan dihancurkan sekarang ini?” tanya Yudhoyono.
Setiap pertanyaan itu dijawab “tidak” oleh kader Partai Demokrat dengan nada lantang.
Kepada kader Partai Demokrat, Yudhoyono berpesan agar fitnah dan pembunuhan karakter yang ditujukan kepada partai tidak dijawab dengan cara yang sama.
“Negara kita adalah negara hukum. Oleh karena itu, mari kita menempuh cara yang tersedia dalam ruang hukum untuk mendapatkan keadilan yang sejati,” ujarnya.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga menginstruksikan petugas keamanan untuk mencegah terjadinya benturan pada peringatan Hari Anti Korupsi Dunia pada 9 Desember 2009.
SBY yang hadir sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat itu juga mengingatkan agar petugas keamanan tidak terpancing oleh massa dalam mengamankan unjuk rasa besar yang mungkin terjadi pada peringatan tersebut.
“Saya meminta petugas keamanan untuk mencegah benturan, apalagi benturan fisik,” ujarnya.
Berdasarkan informasi yang diterimanya, Yudhoyono meminta agar pada unjuk rasa Hari Anti Korupsi Dunia 9 Desember 2009 jangan sampai ada pihak tertentu yang dikorbankan atau dijadikan martir guna memancing reaksi publik yang luas.
“Saya ingatkan karena pengetahuan yang saya miliki, jangan sampai ada yang dikorbankan atau dijadikan martir. Jangan sampai para petugas terpancing, banyak intrik, permainan model intel masa lalu yang sesungguhnya bukan ciri alam demokratis sekarang ini,” tuturnya.
Ia berharap sekeras dan sebesar apa pun unjuk rasa yang akan terjadi, segala kritik, kecaman, dan protes tetap disampaikan dalam cara yang mencerminkan kehidupan demokrasi dan politik yang baik.
“Karena kita semua ingin membangun demokrasi yang bermartabat,” ujarnya.
Untuk itu, Presiden meminta agar petugas keamanan betul-betul menjaga keamanan dan ketertiban pada peringatan Hari Anti Korupsi Dunia, termasuk juga melindungi dan mengamankan para pengunjukrasa.
Dalam pidatonya pada Rapimnas Demokrat ke-3, Yudhoyono kembali mengulangi pernyataan yang ia sampaikan pada rapat kabinet paripurna Jumat 4 Desember 2009.
Ia mengemukakan informasi yang diperoleh bahwa terdapat gerakan tertentu bermotif politik pada peringatan Hari Anti Korupsi Dunia 9 Desember 2009 serta kemungkinan akan muncul tokoh-tokoh yang selama ini tidak diketahui sepak terjangnya dalam pemberantasan korupsi.
“Saya Alhamdulillah telah mendapatkan pengetahuan yang relatif lengkap tentang siapa, apa, dan sasaran yang dituju dalam gerakan 9 Desember yang akan datang,” ujarnya.(*)

